PENDIDIKAN KARAKTER



BAB  I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam memenuhi tugas membuat Makalah tentang Karakter Bangsa, maka kami susun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami bermaksud agar pembaca mengerti apa yang dimaksud dengan Karakter Bangsa. Dari keinginan itu kami penulis membuat Makalah ini semaksimal mungkin mulai dari pengertian Karakter dan Bangsa,nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang bersumber dari pancasila,dan sikap bangsa Indonesia terhadap globalisasi. Lalu kami juga ingin membuka wawasan tentang apa pengertian karakter bangsa indonesia. Sedikit ulasan tentang pengertian karakter bangsa Indonesia. Pengertian karakter adalah sebuah system keyakinan dan kebiasaan yang mengarah tindakan seorang individu.Sedangkan pengertian Bangsa adalah sekelompok manusia yang ditakdirkan untuk bersama,senasib sepenanggungan dalam suatu negara

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Pengertian Karakter ?
2.      Bagaimana Pengertian Bangsa ?
3.      Nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia Berdasarkan Pancasila ?
4.      Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Globalisasi ?

C.     Tujuan
1.      Untuk Mengetahui Apa Itu Karakter
2.      Untuk Mengetahui Apa Itu Bangsa
3.      Untuk Mengetahui Nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia yang Bersumber dari Pancasila
4.      Untuk Mengetahui Bagaimana Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Globalisasi.






BAB II PEMBAHASAN

A.    PengertianKarakter[1]
Definisi Karakter, Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahlipsikologi, karakter adalah sebuah system keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu.Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihatdarisudutpengertian, ternyatakarakterdanakhlaktidakmemilikiperbedaan yang signifikan.Keduanyadidefinisikansebagaisuatutindakan yang terjaditanpaadalagipemikiranlagikarenasudahtertanamdalampikiran, dandengan kata lain, keduanyadapatdisebutdengankebiasaan.

B.     PengertianBangsa
Definisi Bangsa jika dilihat secara umum memiliki dua pengertian yaitu:
1)      Bangsa dalam arti sosiologis antropologis
Bangsa merupakan persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri,masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa mempunyai ikatan satu kesatuan ras,bahasa,agama, dan adat istiadat. Ikatan ini disebut dengan ikatan primordial.
2)      Bangsa dalam arti politik
Bangsa adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai kekuasaan tertinggi




Pengertian Bangsa menurut pendapat beberapa ahli :[2]
1)      Otto Bauer
Bangsa terbentuk karena adanyasuatu persamaan,satu persatuan karakter,dimana karakter atau watak ini tumbuh dan lahir karena adanya persatuan pengalaman.
2)      Ir.Soekarno
Bangsa adalah segerombolan manusia yang besar,keras,punya keinginan bersatu,punya persamaan watak,tetapi yang hidup di atas satu wilayah dan satu unit.

C.     Unsur Terbentuknya Karakter[3]
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, pikiran harus mendapatkan perhatian serius.

D.    Unsur Terbentuknya Bangsa
Suatu bangsa terbentuk atas beberapa unsur, yaitu:
1)      Persamaan nasib dimasa lalu atau mempunyai sejarah yang sama
2)      Memiliki persamaan karakter
3)      Memiliki ikatan persatuan diantara anggota-anggotanya.
4)      Memiliki tanah air yang sama
5)      Memiliki persamaan cita-cita

E.     Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Pancasila
Kita sebagai warga negara Bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila ,yaitu:
1.      Sila I :Ketuhanan Yang Maha Esa
Nilai luhur yang tercemin dalam sila pertama ,antara lain sebagai berikut:
a.       Bangsa indonesia menyatakan kepervayaan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Manusia indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
c.       Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang M aha Esa.
d.      Membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
e.       Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercayai dan diyakini.
f.       Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
g.      Tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2.      Sila II :Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
Nilai luhur yang tercermin dalam sila kedua ,antara lain sebagai berikut:
a.       Mengakui dan mempertahankan manusia sama harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Mengakui persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku,keturunan,agama,kepercayaan,jenis kelamin,kedudukan sosial,dan warna kulit.

c.       Mengembangkan sikpa saling mencintai sesama manusia.
d.      Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepaselira
e.       Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
f.       Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g.      Gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan.
h.      Berani membela kebenaran dan keadilan.
i.        Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia.
j.        Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
3.      Sila III : Persatuan Indonesia
Nilai luhur yamh tercermin dalam sila ketiga ,antara lain sebagai berikut :
a.       Mampu menempatkan persatuan,kesatuan,serta,kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan pribadi dan golongan.
b.      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentinngan negara dan bangsa  apabila diperlukan
c.       Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
d.      Mengembangkan rasa kebanggan berkebangsaan dan bertanah air indonesia.
e.       Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
f.       Mengembangkan persatuan indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
g.      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan.






4.      Sila IV :Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Nilai luhur yang tercermin dalam sila keempat ,antara lain sebagai berikut:
a.       Sebagai warga negara dan warga masyarakat ,setiap manusia mempunyai kedudukan ,hak ,dan kewajiban yang sama.
b.      Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
c.       Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d.      Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
e.       Menghormati da menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
f.       Dengan iktikad baik rasa tanggung jawab menerima dan melaksakan hasil keputusan musyawarah.
g.      Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.
h.      Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur.
i.        Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa ,menjunjung tinggi harjkat dan martabat manusia,nilai-nilai kebenaran dan keadilan,mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
j.        Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.







5.      Sila V :Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai luhur yang tercermin dalam sila kelima ,antara lain sebagai berikut:
a.       Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikapdan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b.      Mengembangkan sikpa adil terhadap sesama.
c.       Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.\
d.      Menghormati hak orang lain.
e.       Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
f.       Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
g.      Suka berkerja keras.
h.      Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
i.        Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial.

F.      Sikap Masyarakat Terhadap Globalisasi
Di negara-negara berkembang seperti indonesia dan negara asia lainya,ada yang cenderung bahwa sebagian masyarakat cukup menerima dan sebagian masyarakat kurang siap menerima globalisasi. Hal itu wjar mengingat globalisasi akan menimbulkan gejala perubahan kebudayaan terhadap masyarakat yang berkesangkutan.
Masyarakat yang cukup siap menerima arus globalisasi di antaranya individu atau masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan, seperti ahli-ahli ilmu pengetahuan,politik,pemerintahan ,dan kalangan bisnis,masyarakat perkotaan ,terutama yang telah menikmati media komunikasi dan informasi,baik elektronik dan cetak maupun elektronik,serta generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsure-unsur perubahan dan modernisasi.
Sedangkan masyarakat yang kurang siap menerima globalisasi diantaranyaindividu atau kelompok yang belum mapan,belum siap menerima perubahan,baik mental maupun fisik karena tidak mengenyam pendidikan ,individu atau masyarakat yang sangat terbatas kontaknya dengan kebudayaan luar,dan generasi tua.
Beersikap terbuka sekaligus waspada terhadap dampak globalisasi dan penerapan iptek amatlah penting. Hal itu dimaksudkan agar bangsa kita mampu menjadi masyarakat yang modern. Disamping itu,kecenderungan ke arah globalisasi dan pemanfaatan iptek tidak mungkin ditolak dan dihindarkan. Bangsa yang menutup atau menolak globalisasi dan pemanfaatan iptek akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. adapun sikap yang harus kita kembangkan untuk menghadapi  dampak globalisasi adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari dampak negarif globalisasi
2.      Giat meningkatkan kerja sama dengan Negara lain
3.      Menerima pengaruh budaya asing yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia(tanpa merusak struktur dan kultur local)
4.      Melestarikan sumber daya alam dari pencemaran global
5.      Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab
6.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
7.      Menerapkan iptek tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.






BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan Pancasila sangat bermanpaat dalam membangun karakter bangsa karena dengan mempelajari pendidikan pancasila dapat menimbulkan kesadaran dalam diri manusia itu sendiri, karena sesungguhnya pembangunan Indonesia harus mengarah kepada kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia, bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya maka bumi Indonesia menjadi layak sebagai tempat tinggal manusia (surga dunia), bukan tempat bagi manusia jadi-jadian.
B. Saran
Dalam membangun karakter bangsa sebaiknya dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung pada pancasila karena jika suatu bangsa dapat mengamalkannya maka akan terbentuk suatu bangsa berkarakter tangguh serta akan di dapati Negara yang aman dan sejahtera.



[1]H. Suparmin dan Putri Setyolelono,Pendidikan Kewarganegaraan(Surakarta:Mediatama,2013),3
[2]H.Suparmin dan Putri Setyolelono,Pendidikan Kewarganegaraan(Surakarta,Mediatama,2013),3
[3]Ibid.,7


BAB  I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam memenuhi tugas membuat Makalah tentang Karakter Bangsa, maka kami susun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Kami bermaksud agar pembaca mengerti apa yang dimaksud dengan Karakter Bangsa. Dari keinginan itu kami penulis membuat Makalah ini semaksimal mungkin mulai dari pengertian Karakter dan Bangsa,nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang bersumber dari pancasila,dan sikap bangsa Indonesia terhadap globalisasi. Lalu kami juga ingin membuka wawasan tentang apa pengertian karakter bangsa indonesia. Sedikit ulasan tentang pengertian karakter bangsa Indonesia. Pengertian karakter adalah sebuah system keyakinan dan kebiasaan yang mengarah tindakan seorang individu.Sedangkan pengertian Bangsa adalah sekelompok manusia yang ditakdirkan untuk bersama,senasib sepenanggungan dalam suatu negara

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Pengertian Karakter ?
2.      Bagaimana Pengertian Bangsa ?
3.      Nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia Berdasarkan Pancasila ?
4.      Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Globalisasi ?

C.     Tujuan
1.      Untuk Mengetahui Apa Itu Karakter
2.      Untuk Mengetahui Apa Itu Bangsa
3.      Untuk Mengetahui Nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia yang Bersumber dari Pancasila
4.      Untuk Mengetahui Bagaimana Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Globalisasi.






BAB II PEMBAHASAN

A.    PengertianKarakter[1]
Definisi Karakter, Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahlipsikologi, karakter adalah sebuah system keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu.Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihatdarisudutpengertian, ternyatakarakterdanakhlaktidakmemilikiperbedaan yang signifikan.Keduanyadidefinisikansebagaisuatutindakan yang terjaditanpaadalagipemikiranlagikarenasudahtertanamdalampikiran, dandengan kata lain, keduanyadapatdisebutdengankebiasaan.

B.     PengertianBangsa
Definisi Bangsa jika dilihat secara umum memiliki dua pengertian yaitu:
1)      Bangsa dalam arti sosiologis antropologis
Bangsa merupakan persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri,masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa mempunyai ikatan satu kesatuan ras,bahasa,agama, dan adat istiadat. Ikatan ini disebut dengan ikatan primordial.
2)      Bangsa dalam arti politik
Bangsa adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai kekuasaan tertinggi




Pengertian Bangsa menurut pendapat beberapa ahli :[2]
1)      Otto Bauer
Bangsa terbentuk karena adanyasuatu persamaan,satu persatuan karakter,dimana karakter atau watak ini tumbuh dan lahir karena adanya persatuan pengalaman.
2)      Ir.Soekarno
Bangsa adalah segerombolan manusia yang besar,keras,punya keinginan bersatu,punya persamaan watak,tetapi yang hidup di atas satu wilayah dan satu unit.

C.     Unsur Terbentuknya Karakter[3]
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, pikiran harus mendapatkan perhatian serius.

D.    Unsur Terbentuknya Bangsa
Suatu bangsa terbentuk atas beberapa unsur, yaitu:
1)      Persamaan nasib dimasa lalu atau mempunyai sejarah yang sama
2)      Memiliki persamaan karakter
3)      Memiliki ikatan persatuan diantara anggota-anggotanya.
4)      Memiliki tanah air yang sama
5)      Memiliki persamaan cita-cita

E.     Nilai-nilai Luhur yang Terkandung dalam Pancasila
Kita sebagai warga negara Bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila ,yaitu:
1.      Sila I :Ketuhanan Yang Maha Esa
Nilai luhur yang tercemin dalam sila pertama ,antara lain sebagai berikut:
a.       Bangsa indonesia menyatakan kepervayaan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Manusia indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.
c.       Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang M aha Esa.
d.      Membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
e.       Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercayai dan diyakini.
f.       Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
g.      Tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2.      Sila II :Kemanusiaan yang Adil dan Beradap
Nilai luhur yang tercermin dalam sila kedua ,antara lain sebagai berikut:
a.       Mengakui dan mempertahankan manusia sama harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Mengakui persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku,keturunan,agama,kepercayaan,jenis kelamin,kedudukan sosial,dan warna kulit.

c.       Mengembangkan sikpa saling mencintai sesama manusia.
d.      Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepaselira
e.       Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
f.       Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g.      Gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan.
h.      Berani membela kebenaran dan keadilan.
i.        Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia.
j.        Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
3.      Sila III : Persatuan Indonesia
Nilai luhur yamh tercermin dalam sila ketiga ,antara lain sebagai berikut :
a.       Mampu menempatkan persatuan,kesatuan,serta,kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan pribadi dan golongan.
b.      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentinngan negara dan bangsa  apabila diperlukan
c.       Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
d.      Mengembangkan rasa kebanggan berkebangsaan dan bertanah air indonesia.
e.       Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
f.       Mengembangkan persatuan indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
g.      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan.






4.      Sila IV :Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Nilai luhur yang tercermin dalam sila keempat ,antara lain sebagai berikut:
a.       Sebagai warga negara dan warga masyarakat ,setiap manusia mempunyai kedudukan ,hak ,dan kewajiban yang sama.
b.      Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
c.       Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d.      Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
e.       Menghormati da menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
f.       Dengan iktikad baik rasa tanggung jawab menerima dan melaksakan hasil keputusan musyawarah.
g.      Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.
h.      Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur.
i.        Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa ,menjunjung tinggi harjkat dan martabat manusia,nilai-nilai kebenaran dan keadilan,mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
j.        Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.







5.      Sila V :Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai luhur yang tercermin dalam sila kelima ,antara lain sebagai berikut:
a.       Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikapdan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
b.      Mengembangkan sikpa adil terhadap sesama.
c.       Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.\
d.      Menghormati hak orang lain.
e.       Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
f.       Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
g.      Suka berkerja keras.
h.      Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
i.        Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial.

F.      Sikap Masyarakat Terhadap Globalisasi
Di negara-negara berkembang seperti indonesia dan negara asia lainya,ada yang cenderung bahwa sebagian masyarakat cukup menerima dan sebagian masyarakat kurang siap menerima globalisasi. Hal itu wjar mengingat globalisasi akan menimbulkan gejala perubahan kebudayaan terhadap masyarakat yang berkesangkutan.
Masyarakat yang cukup siap menerima arus globalisasi di antaranya individu atau masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan, seperti ahli-ahli ilmu pengetahuan,politik,pemerintahan ,dan kalangan bisnis,masyarakat perkotaan ,terutama yang telah menikmati media komunikasi dan informasi,baik elektronik dan cetak maupun elektronik,serta generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsure-unsur perubahan dan modernisasi.
Sedangkan masyarakat yang kurang siap menerima globalisasi diantaranyaindividu atau kelompok yang belum mapan,belum siap menerima perubahan,baik mental maupun fisik karena tidak mengenyam pendidikan ,individu atau masyarakat yang sangat terbatas kontaknya dengan kebudayaan luar,dan generasi tua.
Beersikap terbuka sekaligus waspada terhadap dampak globalisasi dan penerapan iptek amatlah penting. Hal itu dimaksudkan agar bangsa kita mampu menjadi masyarakat yang modern. Disamping itu,kecenderungan ke arah globalisasi dan pemanfaatan iptek tidak mungkin ditolak dan dihindarkan. Bangsa yang menutup atau menolak globalisasi dan pemanfaatan iptek akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. adapun sikap yang harus kita kembangkan untuk menghadapi  dampak globalisasi adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari dampak negarif globalisasi
2.      Giat meningkatkan kerja sama dengan Negara lain
3.      Menerima pengaruh budaya asing yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia(tanpa merusak struktur dan kultur local)
4.      Melestarikan sumber daya alam dari pencemaran global
5.      Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab
6.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
7.      Menerapkan iptek tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.






BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan Pancasila sangat bermanpaat dalam membangun karakter bangsa karena dengan mempelajari pendidikan pancasila dapat menimbulkan kesadaran dalam diri manusia itu sendiri, karena sesungguhnya pembangunan Indonesia harus mengarah kepada kesempurnaan manusia dan harus dapat memanusiakan manusia, bukan membangun secara fisiknya saja tetapi juga harus berdampak pada kualitas manusia dan merubah peradaban manusianya maka bumi Indonesia menjadi layak sebagai tempat tinggal manusia (surga dunia), bukan tempat bagi manusia jadi-jadian.
B. Saran
Dalam membangun karakter bangsa sebaiknya dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung pada pancasila karena jika suatu bangsa dapat mengamalkannya maka akan terbentuk suatu bangsa berkarakter tangguh serta akan di dapati Negara yang aman dan sejahtera.



[1]H. Suparmin dan Putri Setyolelono,Pendidikan Kewarganegaraan(Surakarta:Mediatama,2013),3
[2]H.Suparmin dan Putri Setyolelono,Pendidikan Kewarganegaraan(Surakarta,Mediatama,2013),3
[3]Ibid.,7

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENDIDIKAN KARAKTER"

Posting Komentar